Ikatan Batin Karateka

Karate telah menjadi sarana perekat sosial antar-personal. Satu sama lain menjadi saling mengenal, dekat, dan mungkin terjalin relasi berikutnya yang tidak bisa ditolak. Ikatan antar-karateka ini tidak hanya terjalin dalam masalah organisasi beladiri karate saja, namun sudah merambah sisi personal masing-masing. Ikatan batin ini bertaut rasa kepuasan, kerinduan berteman, bahkan merasa terikat dalam ikatan keluarga. Tidak lagi semata-mata ikatan teman latihan.


Penulis rasakan sendiri, bagaimana keterikatan ini mampu menghilangkan rasa jemu dan bosan latihan. Timbul rasa rindu untuk sekedar tertawa bersama, kadang marah, di antara selingan latihan yang menguras tenaga. Tapi, dalam ikatan bahwa kita adalah ‘keluarga’, membuat segala proses yang ditempuh menjadi kenikmatan tersendiri yang sayang untuk dilewatkan.

Bukan ikatan materi yang membuat ikatan ini utuh dan kuat, namun ikatan rasa saling memiliki dan tujuan untuk membesarkan dan memberikan kontribusi maksimal untuk organisasi atau minimal dojo masing-masing. Bahkan tidak jarang, akhir latihan sering ‘diluapkan’ dengan sekadar menyantap nasi liwet di rumah kohai. Jarak antara senpai (pelatih) bahkan sensei sudah semakin tidak berjarak dalam kondisi-kondisi seperti ini.

Bahkan yang luar biasa adalah masih adanya ‘alumni’ dan senior karate (karena kesibukan dan jarak yang jauh, masing-masing jarang latihan aktif) yang rela datang hanya untuk sekedar saling menyapa satu sama lain, dan kalau kebetulan latihan, mereka latihan. Kebersamaan ini menjadi ajang pendorong bagi kami, kohai, untuk memberikan kontribusi maksimal terhadap dojo karate tanpa merasa siapa yang paling unggul-siapa yang terbaik.

Ikatan-ikatan ini pada dasarnya ada pada semua karateka, meski berbeda organisasi, dan memang selayaknya seperti itu. Sumpah karate tidak sekedar ucapan ritual latihan saja, namun diharapkan menjadi ikatan persahabatan tulus untuk saling mendukung, berkompetisi secara sehat, dan membangun bangsa dan negara kita Indonesia untuk tegak dengan panji-panji prestasi yang ditorehkan oleh kita, karateka yang berupaya berbuat kebaikan. Osu.[Rajapontar]
Previous
Next Post »